Loading

Ceramah Ramadhan Singkat yang Patut Dicontoh

Itulah yang ditemukan di pesantren yang membina masyarakat, Pesantren Darush Sholihin. Biasa di tempat lain, ceramah ba’da tarawih atau ceramah ba’da shubuh bisa memakan waktu hingga setengah jam, di DS hanya 7 menit. Padahal materi yang dibahas adalah ayat-ayat tentang tafsir ayat hukum, ada bahasan puasa, wudhu, mandi tayamum hingga lailatul qadar. Namun Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, selaku pengasuh pesantren cukup membahas dengan bahasan singkat dan mudah dipahami. Karena kalau kelamaan hanya membuat orang itu ngantuk, tidak bisa menerima ilmu secara utuh. Karena kita rasakan sendiri, di waktu Shubuh, saat-saat ingin tidur. Sedangkan ba’da Isya adalah saat-saat capek karena telah bekerja dan berpuasa seharian penuh. Betul gak?

Yang diajarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga demikian di mana beliau bersabda, “Sesungguhnya panjangnya shalat seseorang dan singkatnya khutbah menunjukkan kalau ia memang orang yang paham akan agama.” (HR. Muslim dan Ahmad).

Semoga bisa dicontoh oleh para penceramah di tempat lainnya. Jadi kalau ceramah kudu singkat saja, gak perlu berlama-lama yang penting pesan telah disampaikan.

Tanggapannya ditunggu untuk berita Islam ini.

Leave a Reply