Loading
malam_mencekam_puisi

Malam Mencekam

Malam mencekam , sunyi mengusik penat, ramai menderai hati yg terurai , letih menelisik kalbu yang tersisih , riak gerak dedaunan terbentur angin,

Menyingsing cahaya Agung dari sisi timur , dingin tubuh merinding, hangat menghangatkan jiwa.

Aku lemah, tubuh menunduk, mata terpejam , bibir membisik, ….

Wahai sang Agung, aku lemah

Terang benderang, panas membakar, langkah tersendat nafas tersengal keringat berjatuhan membasahiku, dingin menyakitkan , panas menyejukkan, …

Wahai sang Agung aku lemah

Tergelincirnya cahaya timur menjadi cahaya barat, pelan meninggalkanku,

Melambai menari dengan keindahannya, semburat kuning merah menghiasinya, kuhentikan langkah, kumenghelai nafas , kutundukkan tubuhku,

Wahai sang Agung aku lemah….

Kupejamkan mata , sekejap kulumpuhkan ingatanku, masih bernafas namun aku mati, sesekali aku hidup di dalam kematianku, adalah keindahan yang terlukis yang tak pernah aku memahaminya …

 

By: Sudib Pranowo

DSmuda.Com

Leave a Reply